Screams For Inspiration

Recent

Cermin Diri

Dimensi kehidupan selalu menawarkan beberapa pilihan untuk segera di jadikan sebuah keyakinan. Sebagai insan yang berpijak pada belantara sang pencipta, pemilik lakon kehidupan sering lupa dengan esensi keberadaannya sebagai seorang hamba.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Lalat Buah

Drosophila melanogaster mengalami siklus selama 8-11 hari dalam kondisi ideal. Kondisi ideal yang dimaksud adalah suhu sekitar 25-28°C. Pada suhu ini lalat akan mengalami satu putaran siklus secara optimal. Sedangkan pada suhu rendah atau sekitar 180C, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus hidupnya relatif lebih lama dan lambat yaitu sekitar 18-20 hari

Ekspedisi Gunung Talang

Sabtu pagi, 17/01 perjalanan di mulai dari kota Padang menuju Aie Batumbuk, Kabupaten Solok. Rute Aie Batumbuk merupakan rute baru yang baru di buka belum lama ini oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Solok. Perjalan di tempuh Satu jam dengan jarak tempuh kurang lebih 52 Km untuk tiba di Posko pendakian Gunung Talang.

Alam Pikiran Manusia dan Perkembangannya

Dengan nalari, manusia menggunakan kemampuan otaknya untuk melakukan penalaran, pemikiran logis dan analisis.

Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2015

Menelisik Keindahan Kawasan Mandeh

Kawasan Wisata Mandeh/Mandeh resort
Kawasan wisata Mandeh merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, tepatnya di Kecamatan Koto XI Tarusan dan berbatasan langsung dengan Kota Padang dengan jarak sekitar 56 Km. Perjalanan dapat di tempuh melalui jalur darat maupun laut dengan waktu tempuh kurang lebih 70 menit.
Kawasan seluas 18.000 Ha memiliki keindahaan dan pesona alam bahari yang sangat cantik. Oleh sebab itu tidak heran bila kawasan ini terkenal di tingkat nasional bahkan internasional.
Lokasi ini disebut sebagai kawasan Mandeh atau Mandeh resort, karena salah satu perkampungan yang ada di kawasan ini bernama Nagari (red. Kampung) Mandeh. Kawasan Mandeh merupakan paduan perbukitan dan teluk yang landai dan tidak berombak. Gugusan pulau-pulau kecil turut menambah cantiknya panorama di kawasan ini.
Adapun nagari serta pulau-pulau yang termasuk kawasan wisata Mandeh diantaranya Nagari Mandeh, Nagari Sei Nyalo, Pulau Cubadak, Pulau Setan Kecil, Pulau Setan Besar, Pulau Sirojong Kecil, Pulau Sirojong Besar, Pulau Taraju, dan masih banyak pulau-pulau kecil lain yang belum memiliki nama atau yang belum diberdayakan. Dari sekian banyak pulau yang ada, Pulau Cubadak merupakan salah satu tujuan utama wisatawan ketika berkunjung ke kawasan ini. Pulau Cubadak di tempati oleh turis-turis mancanegara dari belahan dunia ada juga yang menjadi penghuni pulau tersebut atau hanya sekedar berkunjung. Terlebih ketika akhir pekan, selalu ada saja segrombolan turis maupun wisatawan lokal yang datang mengunjungi lokasi tersebut.
Selain Pulau Cubadak kawasan wisata Mandeh masih memiliki banyak lokasi destinasi menarik lainnya yang layak untuk di kunjungi dan dijadikan sobjek wisata, seperti Pulau Setan Kecil. Pulau ini memiliki pasir putih dan air yang jernih, maka tak jarang lokasi ini dijadikan sebagai salah satu sasaran para wisatawan yang ingin menikmati keindahan dunia bawah laut kawasan Mandeh.
Jika ingin menikmati dan mengabadikan momen cantik kawasan ini, maka dapat menyaksikan langsung dari puncak perbukitan yang mengelilingi lokasi tersebut yang juga merupakan jalur perhubungan menuju Nagari Mandeh. kita dapat menyaksikan puluhan kapal (bagan) nelayan yang bertengger apik disekitar teluk dengan lampu yang terang benderang membuat teluk tersebut tak kalah cantik jika dibandingkan dengan langit malam yang dihiasi bintang.
Keindahan Mandeh saat senja
Belakangan banyak wisatawan yang tertarik untuk mengetahui dan berkunjung langsung ke lokasi ini, berbagai perencanaan dan partisipasi pun dikemukakan untuk pemberdayaan kawasan tersebut. Banyak yang mengatakan bahwa kawasan wisata Mandeh mirip dengan Raja Ampat yang ada di Papua, sehingga sering juga disebut Raja Ampat Sumatera. Maka dari itu, pemerintahpun mulai melirik kawasan wisata yang satu ini, dan merasa penting untuk mempromosikannya, yaitu dengan diaadakannya kegiatan-kegiatan seperti "Mandeh Joy Sailling" yang berlangsung Oktober tahun lalu. Kegiatan ini ikut melibatkan tokoh-tokoh nasional, aparat pemerintah, LSM, dunia usaha, pimpinan BUMN, media cetak/elektronik, dan Mahasiswa.
Adapun kegiatan yang akan datang yaitu "Underwater Photography Tournamen" yang bertujuan untuk mengungkap dunia bawah laut kawasan Mandeh dan kapal karam MV. Boelongan Nederland. Acara ini akan dilaksanakan pada april 2015 mendatang, dibawah persetujuan dinas kelautan dan perikanan. Kegiatan ini mengundang bayak perhatian para wisatawan lokal maupun asing yang merasa penasaran tentang kondisi bawah laut kawasan Mandeh yang terkenal masih asri dan jauh dari jamahan manusia.
Boelongan karam kapal Belanda
Kapal karam yang berada tepat di teluk utara Pulau Cubadak ini memiliki sejarah yang membuat kita semakin penasaran untuk mengetahuinya. Sebagaimana yang dikatakan oleh warga setempat bahwa kapal karam ini merupakan kapal Belanda yang tenggelam pada zaman penjajahan dahulu, dan hingga saat ini hanya beberapa orang saja yang berhasil menyelami lokasi tersebut, karena kondisi perairan yang curam dengan kedalaman Kurang lebih 20 meter, sehingga lokasi ini dikenal dengan sebutan Teluk Dalam.
Uniknya di lokasi tempat tenggelamnya kapal ini merupakan salah satu lokasi dimana para nelayan mendapatkan banyak tangkapan. Maka tak jarang para nelayan menggerekan kapal (bagan) milik mereka di zona tersebut.



Senin, 19 Januari 2015

Ekspedisi Gunung Talang

Salah satu keindahan panorama Gunung Talang


Sabtu pagi, 17/01 perjalanan di mulai dari kota Padang menuju Aie Batumbuk, Kabupaten Solok. Rute Aie Batumbuk merupakan rute baru yang baru di buka belum lama ini oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Solok. Perjalan di tempuh Satu jam dengan jarak tempuh kurang lebih 52 Km untuk tiba di Posko pendakian Gunung Talang.
View kebun teh dan tampak puncak Gunung Talang dari kejauhan

Perjalanan dari Posko hingga ke puncak akan melalui 56 Nomor Rambu hingga puncak, tepatnya pada pohon mati. dan akan melewati rumah penduduk, kebut teh, perkebunan warga lainnya, hutan bambu, hutan rimba, hutan pandan bercampur dengan pohon mati, Shelte utama (tepat pada No Rambu 54)
Shelter utama dan tampak semburan asap blerang Gunung Talang
Tampak Danau Di Atas dari atas Gunung Talang


Kepulan asap blerang dari track pendakian menuju puncak Talang



Kayu Mati tepat pada Rambu 56


Sumber blerang

Samudra di atas awan Gunung Talang





Tampak Danau Talang dan Danau Di Bah


Kawah Besar Gunung Talang

Kamis, 20 November 2014

Puncak Mandeh, Wisata Terabaikan


Pesisir Selatan, Sumatera Barat merupakan daerah yang akan keidahan alamnya. Paparan hutan yang hijau, bentangan sawah yang luas, serta jamuan laut yang indah bercampur gunung-gunung kecil di tengah lautan bersatu padu membentuk satu keindahan yang luar biasa. Keindahan ini menjadikan Pesisir Selatan kaya akan potensi alamnya. Namun, sayangnya tidak semua daerah yang memiliki potensi wisata di pesisir selatan di garapi dengan baik. Sepertinya pemerintah setempat hanya memusatkan perhatian ke daerah pusat, yaitu Painan. Pemerintah hanya mengembangkan wisata Cerocok Painan serta Puncak langkisau. Padahal ada banyak daerah lain yang memiliki tempat-tempat wisata yang tidak kalahnya menariknya di bandingkan yang ada di Painan. Sebut saja di kecamatan pertama ketika kita memasuki daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Yaitu Kecamatan Koto XI Tarusan. Koto XI tarusan juga memiliki rempat-tempat wisata yang indah. Tepatnya di Kenagarian Ampang Pulai.

            Di Kenagarian Ampang Pulai (kenagariaan termiskin tahun 2013 se-Pesisir Selatan) ada banyak tempat-tempat wisata seperti Puncak Mandeh yang tidak kalah indahnya di bandingkan Puncak Langkisau, Batu Kalang yang paparan lautnya juga tidak kalah dengan laut yang ada di Painan dan Juga Muaro Tarusan yang memanjang dengan paparan pohon pinusnya yang menjulang tinggi serta tersusun rapi.

            Salah satu tempat terindah di Tarusan adalah Puncak Mandeh. Puncak mandeh memiliki keindahan alam yang luar biasa. Dari atas ketinggian puncak mandeh kita bisa melihat indahnya lautan biru yang luas serta pulau-pulau kecil yang berada di tengahnya. Serta kita juga bisa melihat paparan gunung serta jalanan berliku menuju Mandeh yang tengah dalam proses pengerjaan. Kita juga bisa melihat perkampungan nelayan yang bak kotak-kotak kecil yang indah dari ketinggian.

            Di puncak mandeh banyak hal bisa kita lakukan, seperti berkemah, maraton atau hanya sekedar berfoto ria bersama keluarga dan teman-teman. Permukaan puncak mandeh yang datar dan luas bisa menampung sekitar 7-10 tenda kemah. Dalam perkemahan itu kita bisa menghirup udara pagi pergunungan yang segar. Serta melihat terbenamnya matahari dengan sangat indah.

            Jalanan puncak mandeh yang berliku sering di datangi para pesepeda gunung bersama klubnya. Biasanya mereka mendaki Puncak mandeh sampai puncak, bahkan ada yang sampai Mandeh .

            Tapi, sayangnya, jembatan satu-satunya yang menghubungkan kita dengan jalan menuju puncak mandeh dalam kondisi yang sangat buruk. Jembatan yang berlantaikan balok-balok kayu besar itu dalam keadaan rusak dan berlubang. Sudah beberapa tahun terakhir, jembatan itu semakin rusak. Hal itu di karenakan usianya yang sudah lama di tambah banyaknya mobil-mobil proyek yang melewati jalan itu untuk melakukan proyek pembuatan jalan dari puncak mandeh menuju Kota Padang. Tapi, belum diketahui kepastiaannya kemana jalan itu akan tembus. Hanya saja sekarang proyek itu sedang berjalan.





            Tampaknya kondisi jembatan yang rusak ini belum di tangapi serius oleh pemerintah setempat, sehingga untuk melintasi jembatan itu di perlukan keberaniaan yang besar dan apabila kita menggunakan sepeda motor yang berpenumpang, maka sebaiknya hanya satu orang yang berada di kendaraan serta yang lainnya bisa berjalan kaki.

            Alangkah baiknya jika pemerintah bisa melirik potensi Puncak Mandeh ini, serta mau memperbaiki jembatan tersebut. Padahal, banyak sekali pengunjung yang datang ke puncak mandeh. Apalagi di hari minggu, terlebih pada sore har. Pada sore hari akan banyak sekali orang yang mengunjungi puncak mandeh untuk melihat sunset dan ada juga yang maraton menuruni Puncak Mandeh.

            Jika saja, Puncak Mandeh di lirik maka keindahannya tidak akan kalah di bandingkan puncak langkisau.
 Seperti di Painan, puncak Langkisau yang berdekatan dengan Carocok painan. Maka jika di kembangkan, Kenagarian Ampang Pulai mempunyai empat cabang wisata keindahan, yaitu Puncak Mandeh untuk menikmati keindahan alam pegunungan, Carocok Tarusan yang akan mengasyikkan untuk memancing, Batu kalang yang sangat indah untuk pemandiaan, dan yang terakhir Muaro Tarusan yang membentang panjang dengan dilengkapi pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi di sekitarnya.


            Peran pemerintahlah yang sangat di harapkan untuk mengembangkan tempat wisata ini, sehingga masyarakat setempat juga dapat memperbaiki kehidupannya dan melepaskan gelar Kenagariaan Termiskin Sepesisir selatan dari Kenagariaan Ampang Pulai.

Pasaman Barat, Bukan Kota Mati

       Pasaman Barat merupakan daerah yang kaya akan hasil perkebunan. Penghasilan masyarakat sangat tergantung pada hasil perkebunan, seperti Kelapa Sawit, Karet, Jeruk dan lain-lain.
       Pasaman Barat biasanya identik dengan Ibukota kabupatennya yaikni Simpang Empat. Tetapi, jangan menggambarkan potensi wilayah ini dari wajah ibu kota saja. Kesimpulan tadi didapat dari pertanyaan beberapa orang yang tahu atau setidaknya pernah datang ke Simpang Empat. Saat bertanya kepada mereka tentang kota ini, jawaban yang terdengar umumnya negatif, yaitu : "Kota Mati" atau "tidak ada apa-apa disana". Sebenarnya hal itu tidak benar, karena mereka hanya tahu sebagian saja. Padahal Pasaman Barat sebenarnya juga kaya akan tempat-tempat wisata alam yang indah dan menarik. sebut saja kecamatan paling ujung ketika kita memasuki kabupaten Pasaman Barat, yaitu Kecamatan Sungai Beremas.
       Di kenagarian Sungai Beremas ada banyak tempat-tempat wisata, seperti: pantai Air Bangis, Pulau Panjang, Pulau Pigago (Pantai Pasir Putih) dan pulau-pulau lainnya. Pulau-pulau di kawasan ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata bahari. Jika hal itu dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh, dapat dipastikan akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan penduduk pulau dan kawasan pesisir itu sendiri.
Pemandangan Indah Pulau Panjang dari atas Perahu

            Pulau Panjang memiliki luas sekitar 220 Ha, merupakan satu-satun­ya pulau yang dihuni oleh penduduk. Lahan daratan di pulau ini selain dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat tinggal, juga dimanfaatkan untuk usaha perkebunan, antara lain; kebun kelapa dan, cengkeh. Sementara di dekat pantai dimanfaatkan untuk usaha per­baikan kapal penangkap ikan. Masyarakat sekitar memanfaatkan pulau sekitar untuk kegiatan memancing,, penangkapan udang lobster, kegiatan budidaya ikan, kerapu dan rumput laut. Untuk menuju lokasi, kita membutuhkan waktu 1 jam dengan menaiki perahu yang telah disediakan oleh nelayan dan cukup membayar  Rp 10.000,00/per orang.
Daya tarik dari Pulau ini ialah adanya hanggar yang dibangun oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasaman Barat untuk menarik minat wisatawan. Bagi anda yang hobi memancing, tempat ini cocok untuk menjawab hobi anda. Aktivitas air yang bisa dilakukan di pulau ini beragam, seperti: snorkeling dan diving, atau sekedar berenang sambil merelaksasi otot. Akomodasi yang tersedia di pulau ini yaitu  Pondok wisata yang bisa disewa oleh setiap pengunjung yang ingin merasakan angin malam di pulau panjang.
Keindahan Pulau Pigago dengan pasir putih yang indah
dan air laut yang jernih

Kalau di Bukittinggi ada janjang 40 dan janjang 1000,maka Pasaman Barat juga punya janjang yang cukup fenomenal yang disebut dengan Tangga 99 (Asmaul Husna). Tangga Evakuasi ini sudah menjadi icon Pulau Panjang. Selain sebagai jalur evakulasi, tangga ini juga bisa dijadikan objek wisata untuk melihat keindahan alam pulau panjang dari Bukit Villa. 
Jika anda memiliki waktu lebih, anda bisa mengelilingi pulau pulau lain yang ada di sekitar Pulau Panjang, salah satunya Pulau pigago yang hanya berjarak 20 menit perjalanan dan dapat ditempuh dengan menggunakan perahu nelayan. Di Pulau pigago anda akan merasakan Pasir putih nan halus dengan perairan yang jernih , landai dan tenang. Pulau Pigago mempunyai luas sekitar 40 Ha, hanya ditumbuhi oleh mangrove dan pohon kelapa. Kawasan laut sekitar Pulau Pigago sangat cocok untuk mengembangkan budidaya rumput laut maupun budidaya ikan kerapu. Ekosistim terumbu karang merupakan yang terbaik di kawasan pulau-pulau terse­but. Apabila pasang laut turun kita dapat melihat karang-karang laut yang tak harus berenag terlalu dalam. 

Senin, 19 Agustus 2013

Bunga Keabadian

  Sebenarnya Bunga edelweis atau everlasting flower yang sebenarnya adalah spesies dari Leontopodium sp yang tumbuh di pegunungan Alpen. Bunga edelweis Jawa atau nama ilmiahnya Anaphalis javanica yang merupakan tanaman edemik Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Lombok yang termasuk zona alpina/montana. Namun di Indonesia Anaphalis sp itulah yang di katakannya bunga edelweis, padahal bunga edelweis dengan anaphalis memiliki ciri yang sangat jauh berbeda, dimana bunga edelweis memiliki bentuk bunga yang berbentuk seperti cakar singa berwarna putih, sedangkan bunga anaphalis Indonesia berbentuk bulat simetris dengan warna kuning di tengahnya. Namun, antara bunga Leontopodium sp dengan Anaphalis javanica merupakan bunga yang masih dalam satu family yaitu Asterase.
   Kelompok bunga yang tahan lama inilah yang sering dihantui oleh tangan-tangan jahil, karena berkembangnya mitos cinta suatu pasangan akan abadi apabila memberikan bunga tersebut untuk pasangannya. Akibat berkembangnya mitos tersebut dan susahnya usaha untuk mencapai tempat tersebut, maka banyak yang tertarik untuk mengambilnya.
     Sehingga di beberapa tempat, tanaman ini hampir punah, seperti yang ada di Bromo Tengger, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNG) yang jumlahnya kian menurun. Agar tidak semakin hilang dan punah, diperlukan kesadaran setiap penggiat alam dan juga peraturan yang ketat di setiap cagar alam.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com